Kalkulator Ketinggian Maksimum Proyektil
Hitung ketinggian maksimum, waktu penerbangan, jarak jangkauan, dan komponen kecepatan untuk gerak proyektil
Kalkulator Ketinggian Maksimum Proyektil
Daftar Isi
Cara Menghitung Ketinggian Maksimum Proyektil
Perhitungan ketinggian maksimum proyektil melibatkan beberapa rumus dasar:
- Komponen kecepatan awal:
- v₀ₓ = v₀ cos θ
- v₀ᵧ = v₀ sin θ
- Ketinggian maksimum:
- h_max = h₀ + v₀ᵧ²/(2g)
- h₀ = ketinggian awal
- g = percepatan gravitasi (9.81 m/s²)
- Waktu dan jarak:
- t_max = v₀ᵧ/g (waktu ke ketinggian maksimum)
- t_total = (v₀ᵧ + √(v₀ᵧ² + 2gh₀))/g
- R = v₀ₓ × t_total (jarak jangkauan)
Faktor yang Mempengaruhi Gerak Proyektil
- Kecepatan awal: Mempengaruhi ketinggian maksimum dan jarak jangkauan.
- Sudut peluncuran: Menentukan proporsi gerak vertikal dan horizontal.
- Ketinggian awal: Mempengaruhi ketinggian maksimum dan waktu penerbangan.
- Gravitasi: Mempengaruhi gerak vertikal dan waktu penerbangan.
- Hambatan udara: Dalam perhitungan ini diabaikan untuk penyederhanaan.
Aplikasi Praktis
Perhitungan ketinggian maksimum proyektil digunakan dalam berbagai bidang:
- Olahraga (lempar lembing, tembak, golf)
- Artileri dan balistik
- Desain sistem irigasi
- Studi gerak peluru dan roket
- Analisis gerak dalam permainan video
Pertanyaan Umum
Sudut berapakah yang menghasilkan ketinggian maksimum terbesar?
Sudut 90° (vertikal) akan menghasilkan ketinggian maksimum terbesar karena seluruh energi kinetik awal digunakan untuk gerak vertikal. Namun, pada sudut ini jarak jangkauan horizontal akan nol.
Bagaimana ketinggian awal mempengaruhi gerak proyektil?
Ketinggian awal menambah ketinggian maksimum total dan memperpanjang waktu penerbangan. Ini juga mempengaruhi jarak jangkauan karena proyektil memiliki lebih banyak waktu untuk bergerak secara horizontal sebelum mencapai tanah.